Ocampos Ditawar Milan, Kucka Ditawar Klub CSL

Juraj Kucka merupakan pemain gelandang dari AC Milan yang telah menandatangani kontrak sejak tanggal 28 Agustus 2015 lalu. Ia direkrut dari klub sebelumnya yaitu Genoa dengan tebusan 3 Juta Euro setelah ia membela klub tersebut selama empat musim.

Namun kabar terbarunya Ia telah diincar oleh salah satu klub yang bermain di Chinese Super League seperti yang dituliskan oleh media Corriere della Serra. Disana disebutkan bahwa klub tersebut sudah menyodorkan penawaran kepada klubnya agar dapat merekrut Kucka. Namun sayangnya tak disebutkan dari klub mana yang dimaksud dan jumlah nilai transfer yang diajukan.

Akan tetapi sepertinya Ia tak akan pindah dari Milan karena sang pemilik tak mau melepas kepergian pemain berkebangsaan Slovakia itu. Penolakan yang diberikan oleh Milan cukup beralasan menignat pemain yang berusia 29 tahun tersebut selama ini menampilkan performa yang baik bahkan menjadi andalan sang pelatih Milan yaitu Vincenzo Montella.

Performanya yang baik juga ditampilkan pada klub sebelumnya yaitu Genoa. Ia tercatat mampu menyumbangkan 9 gol dari 122 penampilan bersama klubnya dilintas kompetisi. Dan kini saat bersama Milan, Ia telah menghasilkan 3 buah gol dari 46 pertandingan.

Dengan bibit yang bagus dari Genoa, sepertinya Milan juga tertarik untuk mendatangkan pemain lainnya dari Genoa. Mereka mencoba untuk menyodorkan proposal agar klub tersebut mau meminjamkan pemain sayap yang mereka pinjam dari Marseille yaitu Lucas Ocampos.

Ocampos merupakan pemain Marseille yang dibeli dari AS Monaco sejak tanggal 3 Februari 2015 lalu. Kemudian setelah bermain setengah musim, Ia dipinjamkan oleh Genoa dengan jangka panjang dari tanggal 29 Juni 2016 lalu. Namun akhirnya sang pemain asal Argentina tersebut ingin dipinjamkan oleh Milan.

Seperti yang dilansir oleh Corriere della Sera, Milan telah mengajukan penawaran kepada Genoa dengan tebusan sebesar setengah juta Euro hingga akhir musim nanti. Hal ini dilakukan Milan untuk menggantikan posisi M’Baye Niang yang telah resmi pindah ke Liga Inggris yaitu Watford, dengan status pinjaman juga selama setengah musim.

Dan kabar baiknya, manajemen Genoa sepertinya akan mengabulkan permintaan dari Rossoneri karena mereka sudah memiliki calon pengganti Ocampos dengan mendatangkan pemain pinjaman dari Crotone yaitu Raffaele Palladino.

Continue Reading

Montella Senang Pemain Everton Itu Sudah Berada di Daftar Pemainnya

Vincenzo Montella selaku pelatih dari AC Milan sempat mengungkapkan pendapatnya bahwa pemain asal Everton yaitu Gerard Deulofeu, merupakan pemain dengan talenta yang besar namun sepertinya belum terasah. Oleh karena itu, Ia sangat meninginkan sang pemain untuk dapat membela timnya dan sebagai gantinya, Ia akan membantu Deulofeu untuk mengeluarkan penampilan terbaiknya.

Deulofeu merupakan pemain muda yang pernah membela Barcelona dari 2011 lalu, namun Ia dipinjamkan Everton pada tanggal 10 Juli 2013. Pemain sayap itu berhasil mencetak 3 gol dari 25 pertandingan yang diikutinya.

Namun pada tanggal 14 Agustus 2014, Ia dipinjamkan kembali hanya saja kali ini untuk Sevilla. Pemain muda berkebangsaan Spanyol itu akhirnya hanya mampu menyumbangkan sebuah gol dari 17 pertandingan yang dilakoninya.

Akhirnya pada tanggal 1 Juli 2015, Everton kembali menggunakan jasanya namun kali ini Ia membeli dari tangan Barcelona dengan nilai 4,2 juta poundsterling. Dari 37 pertandingan, kali ini ia hanya mampu menghasilkan satu gol saja.  Namun belakangan terutama pada musim ini saat Everton dibawah asuhan Ronald Koeman, Ia jarang dimainkan. Ia belum pernah mencetak gol walau sempat memberi satu assist kepada rekannya.

Peminjaman Deulofeu, sebenarnya agak mengalami kendala, mengingat Koeman masih tak ingin melepaskannya mengingat beberapa pemain diposisinya tinggal sedikit karena cedera. Namun akhirnya kata sepakat kedua kubu berhasil dilakukan.

Seperti yang dikutip dari media Calciomercato, sang pelatih hingga saat ini masih belum bisa memastikan agar pemain yang kini berusia 22 tahun tersebut akan dimainkan saat Milan menghadapi Juventus di Coppa Italia pada tanggal 26 Januari 2017 besok. Namun Ia memastikan bahwa saat ini Ia cukup senang pemain pinjamannya kini sudah ada dalam daftar pemainnya.

Ia mengatakan kepada Calciomercato, “[Deulofeu] adalah pemain yang sudah saya kenal, saya sudah memantaunya lama. Ia punya talenta yang pasti, tapi ia belum sepenuhnya mengeluarkannya. Itulah tugas saya untuk menemukannya, melihatnya sebagai pemain yang sangat kuat,”.

Ia menambahkan, “Kami mengontraknya sehingga ia bisa bermain. Pengaruhnya sangat bagus dan pendekatannya juga. Kami akan melihat sisi fisiknya, ia ingin menunjukkan pada semua orang apa yang bisa ia lakukan,”.

Continue Reading

Walau Hanya Sebentar, Gabigol Cukup Senang

Gabriel Barbosa adalah pemain penyerang Inter Milan yang baru saja bergabung sejak awal musim kompetisi kali ini. Ia direkrut oleh Inter dari klub yang bermain di Liga Brazil serie A yaitu Santos dengan tebusan 29,5 juta Euro dan masa kontrak lima tahun.

Walaupun jarang dimainkan oleh Inter namun pemain muda berusia 20 tahun tersebut mengungkapkan rasa senangnya saat Ia ikut berpartisipasi dalam pertandingan menghadapi Pescara kemarin.

Pertandingan yang dimaksud adalah pertandingan kompetisi Serie A 2016-2017 yang sudah memasuki pekan ke 22 pada tanggal 20 Januari 2017. Pertandingan yang diadakan di Stadio Giuseppe Meazza, markas dari Inter, pada dasarnya Inter mampu mendominasi permainan baik dalam hal penguasaan bola maupun dalam ha menciptakan peluang, namun pada akhirnya mereka mampu membuahkan hasil akhir dengan skor 3-0.

Ketiga buah gol tersebut disumbangkan oleh tiga pemain yang berbeda. Gol pertama dimasukan oleh Danilo D’Ambrosio pada menit ke 23 setelah mendapatkan umpan dari Marcelo Brozovic. Kemudian pada menit ke 43 Ivan Perisic mampu memberikan peluang kepada Joao Mario dan berhasil dieksekusi dengan baik sehingga menggandakan kedudukan sementara. Dan akhirnya pada menit ke 73, umpan dari Mauro Icardi mampu diteruskan oleh Eder sehingga skor menjadi 3-0.

Walaupun Gabigol (nama lain dari Gabriel Barbosa) dalam pertandingan tersebut masuk hanya sebagai pemain yang menggantikan Antonio Candreva pada menit ke 76, ia mengaku merasa sangat bahagia. Ia mengatakan kepada Inter Channel “Saya sangat senang bisa main dan membantu tim. Para fans juga hebat seperti biasa,”.

Ia pun sempat mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada Eder karena saat ia mendapat bola, Ia tak mengumpankan bola tersebut kepada rekannya walaupun saat itu Eder dalam posisi lebih bebas dan lebih baik.

Ia mengatakan “Saya punya peluang bagus, tapi saya harusnya mengumpanannya pada Eder bukannya menembak langsung. Sebenarnya, saya meminta maaf kepadanya Saya tidak akan mengubah cara saya bermain. Saya memiliki kualitas dan saya akan selalu bermain seperti itu. Jika bek tidak suka, itu bukan masalah saya,”.

Continue Reading

Keperkasaan Higuain Ditakuti Oleh Pelatih Lamanya

Gonzalo Higuain merupakan pemain Juventus yang baru bergabung pada awal kompetisi musim ini di Serie A. Sebelumnya striker bernomor punggung 9 merupakan pemain dari Napoli, dan sempat membawa Napoli menjadi peringkat teratas klasemen walau bukan peringkat pertama.

Bersama klub barunya, Ia masih mampu menjadi pengoyak gawang lawan yang handal. Malah jika diteliti lagi, ternyata Ia merupakan salah satu pemain dengan keahlian menjebol gawang dalam selang waktu 15 menit dari awal permainan.

Pemain lini depan berdarah Argentina itu belum lama ini telah membuktikan keahliannya saat Ia mendampingi klubnya menghadapi Sassuolo. Dalam pertandingan yang sudah memasuki pekan ke 22 di Liga Serie A musim ini, Higuain kembali menunjukan taringnya. Ia mampu menciptakan angka pada menit ke 9 melalui umpan dari Alex Sandro. Kemudian pada menit ke 25, Higuain memberikan umpan kepada Sami Khedira dan diteruskan menjadi sebuah gol.

Jika dikalkulasi dengan gol tersebut, maka pemain berusia 29 tahun itu telah berhasil mencatatkan namanya sebagai pemain dengan gol terbanyak dalam waktu lima belas menit pertama pertandingan sepak bola.

Gol terbanyak di lima belas menit pertama pertandingan berikutnya dimiliki oleh tiga pemain lainnya di Serie A 2016/17 dengan selisih dua gol. Mereka adalah Edin Dzeko dari AS Roma, Giovanni Simeone dari Genoa dan Ilija Nestorovski dari Palermo.

Hingga saat ini Higuain telah menyumbangkan golnya sebanyak 15 kali dalam dalam 21 pertandingan yang diikutinya di Serie A musim ini. Bahkan sebagian besar gol tersebut terjadi pada 15 menit awal pertandingan. Tercatat Ia menjadi pencetak gol terbanyak di Serie A sampai saat ini, bersama Mauro Icardi dari Inter Milan dan Edin Dzeko dari Roma.

Keperkasaan Higuain dalam menggetarkan gawang lawan Higauain pun masih ditakuti oleh pelatih lamanya di Napoli yaitu Maurizio Sarri. Dimusim sebelumnya bersama Napoli, Ia menjadi tokoh kebangkitan Napoli dan berhasil menjadi pencetak gol terbanyak musim itu. Namun setelah Ia pindah klub, hal itu membuat sang pelatih kecewa, apalagi sang pemain pindah ke rival nomor satu di Italia. Sang pelatih sempat berharap  Higuain pergi meninggalkan Italia dan bermain di Inggris.

Ia sempat mengatakan “Saat ditinggalkan adalah waktu yang buruk. Saya berharap dia bisa pergi ke Premier League, bukan Juventus. Yang membuat itu jauh lebih buruk. Dia membuat pilihan yang diperdebatkan, tapi itu tak berarti dia bukan orang yang baik. Terlepas dari semua itu, saya masih menganggap dia sebagai anak yang membuat saya marah, tapi anda masih peduli dengannya. Saya berutang banyak padanya,”.

Continue Reading

Donnarumma Harus Belajar Menerima Kritikan

Vincenzo Montella selaku pelatih dari AC Milan, belum lama ini mengungkapkan tentang situasi terbaru mengenai hasil negosiasi kontrak terbaru penjaga gawangnya yaitu Gianluigi Donnarumma. Ia mengatakan hingga kini sang kiper muda berusia 21 tahun tersebut masih nyaman dan senang untuk bermain bersama Mila. Ia juga menyebutkan bahwa sang pemain saat ini masih ingin tetap bertahan membela klub dengan seragam garis hitam dan merah.

Memang saat ini sang pemain berdarah Italia tersebut sedang dalam performa terbaikna, bahkan tak sedikit klub papan atas di Eropa yang berebut untuk mendapatkan jasanya tak peduli dengan berapapun nilai tebusannya. Selain usianya masih muda pemain bertubung jangkung tersebut, termasuk sebagai penjaga gawang yang patut diperhitungkan dalam menjebol gawang Milan.

Karena banyak klub yang ingin memberikan proposal penawaran untuk sang pemain, maka Milan pun turut mengambil langkah taktis yaitu dengan mengadakan negosiasi kontrak baru untuk pemain bernomor punggung 99. Namun sepertinya negosiasi tersebut berjalan agat tersendat mengingat agen dari pemain itu yaitu Min Raiola memberikan pilihan dengan gaji yang cukup tinggi untuk kliennya yaitu sekitar 10 juta Euro per musim.

Namun selepas dari masalah gaji, sang pelatihpun mengungkapkan kondisi pemainnya saat ini. Montella menyebutkan bahwa Gigi (nama akrab dari Gianluigi Donnarumma) masih nyaman dengan klubnya dan tak ingin konsentrasinya buyar dengan masalah kontraknya. Ia mengatakn kepada Soccerway, “Gigi saat ini merasa nyaman bersama kami, dia telah menjalani musim yang bagus. Saat ini dia tidak terdistraksi dengan situasi kontraknya. Dia benar-benar tenang.”.

Namun sang pelatih juga mengungkapkan bahwa Gigi sebaiknya sudah mulai belajar menerima kritik yang datang padanya, walaupun kadang berat sebelah. Hal ini dikarenakan sang pemain sedang mendapatkan kritikan karena pada pertandingan menghadapi Juventus dalam kompetisi Coppa Italia, Ia tak mampu menyelamatkan tendangan bebas dari Pjanic, sehingga mereka gagal menuju babak semi final.

Walaupun demikian, sang pelatih meminta sang pemain tetap untuk belajar menerima kritikan tersebut dan bangkit setelahnya. Ia mengatakan kepada Soccerway, “Untuk Donnarumma, sangat penting bagi mereka untuk menerima dan menyerap kritik, meskipun kritik itu tidak adil. Kritik merupakan bagian dari pertandingan dan mereka tidak boleh membiarkan kritikan itu mempengaruhi kepercayaan diri mereka. Terkadang mereka mendapat pujian yang lebih banyak, namun ini adalah momen terpenting dalam karir mereka.

Ia menambahkan ” Saya tidak melihat Gigi mampu melakukan hal yang lebih baik saat mengantisipasi tendangan bebas Pjanic. Saya rasa anda tidak bisa menyebut itu kesalahannya.”.

Continue Reading

Pelatih Sassuolo : Dikalahkan Juventus Adalah Hal Yang Wajar

Pelatih Sassuolo yaitu Eusebio Di Francesco, usai bertanding menghadapi Juventus, mengatakan bahwa lawannya pada pertandingan terakhirnya di ajang kompetisi Liga Serie A 2016-2017,  memang sudah sepantasnya mengalahkan pasukannya, mengingat saat ini mereka memiliki kualitas pemain yang hebat, manajemen permainan yang baik dan manajemen bola serta lebih banyak pengalaman dalam bertanding.

Pertandingan yang dimaksud Francesco adalah pertandingan pada tanggal 29 Januari 2017 pagi dini hari tadi yang diadakan di Mapei Stadium – Citta del Tricolore, markas dari Sassuolo yang sudah memasuki pekan ke 22 untuk Sassuolo dan pekan ke 21 untuk Juventus, mengingat Juventus saat ini masih memiliki satu pertandingan yang masih belum dimainkan karena tertunda.

Dalam pertandingan tersebut, sang juara Liga Italia Serie A lima kali berturut turut yaitu Juventus, mempu menjebol gawang Sassuolo yang dijaga Andrea Consigli sebanyak dua kali dan hal itu terjadi dalam waktu kurang dari 30 menit. Sedangkan sang tuan rumah tak mampu membenamkan sebuah bola satu kali pun.

Padahal dalam pertandingan tersebut secara keseluruhan Sassuolo mampu mengimbangi dalam hal penguasaan bola, bahkan cenderung unggul di babak pertama. Namun sayangnya mereka tak mampu mengungguli dalam hal menciptakan peluang.

Gol pertama tersebut terjadi pada menit ke 9, saat Alex Sandro berhasil memberikan umpan kepada Gonzalo Higuain, sedangkan gol kedua terjadi pada menit ke 25, saat Higuain mampu memberikan Assist kepada Sami Khedira dan mampu diterjemahkan menjadi sebuah gol. Walaupun pada babak kedua Juventus unggul dalam segala hal namun nyatanya mereka tak mampu menambahkan angka lagi.

Menurut Francesco kekalahan timnya adalah hal yang wajar mengingat lawannya adalah tim terkuat saat ini di Liga Italia. Ia mengatakan “Kami mencoba bersaing, tapi Juventus lebih kuat dan pantas menang. Saat kami tak sempurna kami kalah melawan tim seperti mereka, ini wajar. Kami tak memaksakan banyak masalah dan lebih dari apapun, kami membuat kesalahan di pertahanan. Mereka memiliki kualitas yang hebat, manajemen permainan dan bola. Dari sudah pandang saya, kami tak terlalu yakin,”.

Dan saat ditanya mengenai kekuatan Juventus akan mendominasi lagi Serie A musim ini, Di Francesco tak menyangkalnya. “Juventus adalah tim terkuat, tapi saya sudah berpikir tentang itu bahkan sebelum pertandingan ini.”

Continue Reading

Strootman Waspadai Pertandingan Menghadapi Sampdoria

Kevin Strootman selaku pemain gelandang AS Roma, sempat memperingatkan kepada timnya untuk tak menganggap remeh lawan saat mereka menghadapi Sampdoria di markasnya pada akhir minggu ini. Apalagi saat ini Roma berada di peringkat kedua klasemen dan menempel ketat dengan Juventus dengan selisih satu poin. Namun sang pemuncak klasemen saat ini masih memiliki satu pertandingan yang belum sempat dimainkan.

Pertandingan yang diakdakan pada tanggal 29 Januari 2017 besok, merupakan pertandingan dalam ajang kompetisi Serie A yang sudah memasuki pekan ke 22. Strootman berharap rekan rekannya untuk dapat konsentrasi dan tetap melakukan hal yang maksimal jika ingin meraih kemenangan.

Ia mengatakan, “Ini jauh lebih sulit saat bermain tandang, terutama di depan fans Sampdoria. Ini adalah tempat yang sulit untuk didatangi, mereka tim kuat dan mereka menunjukkan itu saat melawan kami di Coppa. Kami akan melakukan segalanya untuk mengambil tiga poin,”.

Namun Ia tak bisa mengatakan siapa pemain lawan yang perlu ditakuti. Ia mengatakan, “Siapa yang akan kami waspadai? Saya tak bisa mengatakannya. Mereka secara taktis sangat kuat, Luis Muriel sangat bagus dan itu bukan hanya dia. Saya pikir aspek yang paling penting adalah kekuatan mereka sebagai tim. Terutama saat mereka di kandang sendiri, kami harus hati-hati agar kami tak kebobolan. Itu akan jadi kesalahan kami bila kami kalah dan kami harus menunjukkan kami siap melawan Sampdoria,”.

Namun sang pemain bernomor punggung 6 itu sempat melayangkan pujian kepada pelatih mereka yaitu Luciano Spalletti. Ia merasa berterimakasih atas support yang diberikan kepadanya dan bagaimana cara dia membuat tim memiliki mental juara.

Hingga saat ini Spalletti mampu membawa AS Roma bangkit dari masa gelapnya bersama pelatih sebelumnya yaitu Rudi Garcia. Pada musim ini, klub dengan seragam merah kuning mampu kembali bersaing dengan klub papan atas di Italia. Ia mengatakan, “Dia sangat baik secara taktik, dia mempersiapkan kami benar-benar baik untuk pertandingan. Dia menempatkan kami dalam posisi di mana kami bisa mengubah formasi kami beberapa kali selama pertandingan untuk menang,”.

Strootman pun menambahkan “Dalam sesi latihan kami merasakan keinginan untuk menang, setiap hari harus menjadi trofi kecil tak peduli ini adalah pertandingan latihan. Sesekali dia memberi kami tendangan di bagian belakang dan kami perlu itu, kami harus berusaha untuk mencapai tujuan kita,”.

Sang peatih asal Italia itupun berperan besar dalam mengembalikan kepercayaan dirinya setelah Ia mengalami cedera. Ia mengatakan, “Spalletti datang setelah operasi ketiga lutut saya dan saya sudah berlatih dengan Primavera. Tahun lalu saya berada di bangku cadangan, saya tak dalam kondisi bagus secara fisik dan teknis, kecepatan. Tapi dia selalu mendukung saya,”.

Continue Reading

Inter Hadang MU Rekrut Griezmann

Kabar terbaru dari Inter Milan saat ini adalah mereka akan menghadang laju Manchester United dalam hal mendapatkan jasa penyerang dari salah satu klub di Liga Spanyol yaitu Atletico Madrid. Pemain yang dimksud adalah pemain bernomor punggung 7, Antonie Griezmann.

Seperti yang dituliskan oleh media Italia Premium Sport, Nerazzurri siap memboyong sang pemain berkebangsaan Prancis walaupun dengan nilai tebusan yang sangat besar yaitu sebesar 110 Juta Pounsterling serperti yang tertuang dalam pasal buy-out yang mengikat sang pemain. Dikabarkan dana yang mereka miliki dikucurkan oleh pemiliki baru Inter yang berasal dari Tiongkok yaitu Suning Holding Group.

Walaupun pada dasarnya bomber Atletico itu baru menandatangani kontrak barunya pada tanggal 26 Juni 2016, namun ia diyakini memiliki kesempatan untuk pergi dari Vicente Calderon. Hal ini juga selaras dengan kabar yang mengatakan bahwa pelatih Atletico yaitu Diego Simeone, juga memiliki kemungkinan untuk melatih tim yang pernah Ia bela pada waktu masih menjadi pemain yaitu Inter.

Hanya saja permintaan untuk mendapatkan striker berusia 25 tahun tersebut, tim yang diasuh sementara oleh Stefano Pioli, harus memenuhi syarat yang diminta oleh sang pemilik klub yaitu mereka harus mampu mendapatkan tiket untuk bermain di Liga Champions musim depan. Atau dengan kata lain mereka harus mampu berada tiga besar dalam kompetisi Liga Serie A hingga usai yang saat ini diisi oleh Juventus, AS Roma dan Napoli.

Memang agak berat syarat yang diminta oleh sang pemilik, meningat pelatih Stefano Pioli mengasuh Mauro Icardi dan rekan rekannya saat mereka berada di peringkat 12. Hal itu terjadi pada saat pelatih lamanya yaitu Frank de Boer tak mampu menjaga Inter untuk mendapatkan poin dan akhirnya di pecat pada tanggal 1 Novembert 2016 lalu.

Namun ditangan pelatih barunya mereka lebih sering memenangkan pertandingan, bahkan saat ini mereka mampu mengungguli lawannya dalam enam kali pertandingan terakhir mereka secara berturut turut. Dan pada pekan ini mereka berada di peringkat kelima klasemen sementara di Liga Serie A. Dan terpaut lima poin jika ingin mendapatkan tiket menuju Liga Champions.

Continue Reading

Lawan Milan, Asamoah Senang Juventus Menang

Kwadwo Asamoah selaku pemain gelandang dari Juventus yang terkadang menjadi pemain belakang sisi kiri, mengungkapkan perasaannya setelah Ia bersama tim, mampu mengalahkan AC Milan pada tanggal 26 Januari 2017 kemarin.

Pertandingan yang dimaksud Asamoah adalah pertandingan dalam ajang kompetisi Coppa Italia yang sudah memasuki perempat final. Pertandingan yang diselenggarakan di Juventus Stadium itu menghasilkan kemenangan untuk pihak tuan rumah setelah berhasil membobol gawang yang dijaga oleh Gianluigi Donnarumma sebanyak dua kali sedangkan sang tamu hanya mampu melakukan perlawanan sebanyak satu kali saja.

Padahal secara data Milan mampu menguasai bola lebih banyak dibandingkan Juventus terutama pada babak pertama namun apa daya mereka kalah dalam hal menciptakan peluang.

Gol pertama dihasilkan oleh gol Paulo Dybala melalui umpan yang diberikan oleh Juan Cuadrado pada menit ke 10. Sedangkan pada menit ke 21 di cetak olah Miralem Pjanic. Milan sempat membalas delapan menit setelah turun minum oleh Carlos Bacca namun tak dapat dimanfaatkan lagi untuk gol berikutnya oleh rekan rekannya.

Hal ini harap dimaklumi mengingat satu menit setelah gol tersebut Manuel Locatelli mendapatkan dua buah kartu kuning sehingga membuanya harus menyingkir dari permainan. Bermain dengan 10 orang menghadapi jawara liga Serie A lima musim secara berturut-turut ini, tentu tidak lah mudah.

Walau tak menyumbangkan gol, Asamoah mengaku senang timnya mampu menaklukan klub sekelas Milan. Kemenangan ini juga menjadi aksi balas dendam kepada klub berseragam garis hitam merah karena dalam pada dua pertemuan sebelumnya, Juve selalu mengalami kekalahan termasuk pada final Supercoppa Italiana pada bulan Desember lalu.

Ia mengatakan kepada Sky Sport, “Menyenangkan sekali menang menghadapi Milan. Kami selalu ingin lolos di Coppa, kami selalu ingin mencapai final dan itu adalah target kami. Sayangnya kami kalah dari mereka di Supercoppa Italiana beberapa bulan lalu, tapi pertandingan kemarin sangat penting bagi kami untuk lolos [ke semi final] Coppa Italia,”.

Dan dengan kemenangan ini, maka Juventus berhasil mendapatkan tiket menuju babak semi final yang telah ditunggu oleh Napoli.

Continue Reading

Perotti : Roma Belum Memenangkan Kejuaraan Kompetisi Musim Ini

Diego Perotti selaku pemain lini depan dari AS Roma mengungkapkan perasaan kecewanya terhadap timnya bahwa saat ini mereka sama sekali belum mampu memenangkan kejuaraan apapun pada musim ini. Oleh sebab itu, Ia mengajak rekan rekannya untuk tak berpuas diri dan selalu mau memperbaiki kekurangan masing masing.

Memang saat ini mereka berada di peringkat kedua klasemen sementara Liga Italia Serie A musim 2016-2017. Apalagi belakangan ini mereka sedang dalam performa yang cukup baik mengingat dalam empat petandingan terakhir mereka, Roma mampu membayang bayangi sang pemuncak klasemen yang diisi oleh Juventus.

Saat ini mereka telah mengumpulkan 47 poin sedangkan Juventus sudah mengoleksi 48 poin. Selisih satu poin ini mungkin bisa diperlebar mengingat Juventus saat ini masih memiliki sebuah pertandingan yang belum mereka mainkan.

Memang dalam hal kemasukan gol, mereka termasuk klub dengan jumlah kebobolan paling sedikit kedua sementara Juventus mampu menahan semua laju bola lebih sering. Namun Perotti mengatakan, “Tak kemasukan gol membuat anda merasa lebih baik, bahkan bagi kami para penyerang. Sebelumnya kami membiarkan lebih banyak gol masuk, sekarang sebaliknya, penting untuk tak kebobolan. Mencatatkan clean sheet itu sangat penting,”.

Namun walaupun timnya mampu menahan bola lebih banyak agar tak kemasukan, Ia menyayangkan kompetisi yang mereka lakoni belum ada yang masih menuju gelar juara baik dalam kompteisi di Serie A, kompetisi Coppa Italia maupun dalam Eropa League. Ia mengatakan “Sejauh ini kami masih sedikit kekurangan dalam hal poin-poin dan kemenangan, kami belum memenangi apa pun. Demi kemenangan itu, kami semua harus melakukan yang terbaik,”.

Ia juga menambahkan “Bila anda terbiasa menang, lebih mudah untuk hanya memikirkan itu, itu memberikan anda langkah ekstra untuk meraih gelar. Dalam sebuah musim semacam ini, anda harus memenangi semua pertandingan. 10-12 kemenangan tidaklah cukup. Kami sedang tampil baik, tapi kami baru di posisi kedua dan belum menuntaskan apapun,”.

Roma akan bersiap siap menghadapi pertandingan berikutnya dalam kompetisi Coppa Italia menghadapi Cesena di perempat final pada tanggal 2 Februari 2017 mendatang.

Continue Reading